Tumblelog by Soup.io
Newer posts are loading.
You are at the newest post.
Click here to check if anything new just came in.

July 24 2011

mLa
06:17

Unforgettable Days



Refleksi hasil "Live in" selama 3 hari di Despuri-Klender, tanggal 20-21-22 Juli 2011.

Fuiiiih, 3 hari (nggak full 3 hari si) kemarin adalah pengalaman terbaik saya bersama lingkungan terbaik, keluarga terbaik, serta anak-anak terbaik yang tidak akan mungkin bisa saya lupakan begitu saja.

Banyak hal yang saya pelajari dari Live in kemarin di sanggar Arsari Despuri Klender. Dimana saya harus merasakan tinggal dalam sebuah keluarga sederhana yang hidup dengan penuh rasa bersyukur. Keluarga kecil itu memberikan banyak pelajaran berharga untuk saya, terutama ibu asuh (ibu Yasin) yang selalu berjuang untuk keluarganya, hampir seharian penuh bekerja tanpa mengenal lelah demi menghidupi keluarganya.

Anak-anak disanapun cukup memberikan banyak pelajaran untuk saya agar selalu bersyukur atas apa yang telah diberikan Tuhan untuk saya.

Jika saya harus menuliskan refleksi dari hasil live in kemarin, maka refleksi saya atas live in ini adalah bahwa saya jauh, jauh dan jauh lebih "kerdil" dibandingkan anak-anak sanggar arsari di Despuri Klender. Kenapa saya merasa seperti itu ? Itu semua karena saya merasa bahwa mereka jauh lebih sempurna dibandingkan saya didalam kehidupan ini.

Mereka selalu berusaha untuk memiliki setiap hal yang mereka inginkan baik benda, materi, atau bahkan pendidikan yang seharusnya mereka dapatkan dengan layak, akan tetapi karena keadaan kedua orangtua mereka yang tidak memungkinkan untuk memberikan mereka sesuatu atau bahkan mengajarkan mereka sebuah pelajaran sekolah yang tidak mereka mengerti, mereka harus selalu berusaha sendiri tanpa bantuan penuh dari kedua orangtua mereka.

Sementara saya selama ini, selalu menuntut kedua orangtua saya untuk membelikan ini dan itu tanpa pernah berusaha sendiri dan ketika kedua orangtua tidak memenuhinya yang saya lakukan bukanlah berusaha untuk memperolehnya dengan usaha sendiri melainkan marah bahkan ngambek agar kedua orangtua saya tetap memenuhi keinginan saya tanpa memikirkan kesulitan orangtua saya.

Dengan usia mereka yang jauuh lebih muda dari saya, anak-anak itu banyak memberikan inspirasi untuk saya, dimana kesempurnaan itu akan selalu bersama kita ketika kita mau terus bersyukur atas apa yang kita miliki.

Mereka jauuuuuh lebih mandiri daripada saya, mereka jauuuuh lebih sempurna daripada saya, mereka jauuuuh lebih pintar daripada saya, karena mereka selama ini selalu berusaha memperoleh barang yang mereka inginkan dengan uang yang mereka kumpulkan entah dari sisa uang jajan mereka atau melakukan pekerjaan yang mungkin membuat mereka memperoleh uang saku sendiri hingga mereka mendapatkan barang tersebut. Tidak hanya barang, bahkan untuk sebuah pendidikan saja mereka harus berusaha menguras ekstra otak mereka agar tetap berada dalam peringkat 10 besar demi mendapatkan beasiswa agar mereka tetap mendapatkan pendidikan yang layak ditempat yang layak pula.

Dengan usia mereka yang relatif masih dibawah 17th , mereka harus merasakan itu semua dan tidak menjadikan kekurangan kedua orangtua mereka menjadi sebuah beban mereka.
Mereka tetap bisa tertawa, bermain dan bersenang-senang dengan cara mereka sendiri. Sementara saya lebih sering meminta kepada kedua orangtua dibandingkan berusaha sendiri. Sehingga sempat terlintas dalam pikiran saya dan menjadi salah satu "tamparan" untuk saya setelah Live in kemarin adalah, mungkin jika saya tidak memiliki orangtua, saya akan jauh lebih tidak berada dibandingkan mereka. Karena kenikmatan yang Tuhan berikan kepada saya selama ini adalah hal-hal yang saya dapatkan dari kedua orangtua saya, bukan atas usaha saya. Sementara mereka?

Inilah nilai utama yang saya pelajari dari live in kemarin. Dimana seharusnya saya tidak boleh merasa lebih dari mereka dan menganggap mereka kaum yang tidak mampu dan patut dikasihani, karena mereka justru jauh lebih mampu dari saya atas usaha yang selalu mereka lakukan. Karena mereka selalu berusaha dan bukan meminta. Jadi, untuk saat ini dan seterusnya. Saya ingin selalu berusaha seperti mereka. Hidup mandiri dan tetap bersyukur atas setiap anugrah yang Tuhan berikan untuk saya. Dan selalu mencoba untuk menghadapkan telapak tangan kanan saya kebawah daripada keatas.

Semoga, Tuhan tetap selalu memberikan semangat tinggi untuk adik-adikku di Sanggar Arsari Despuri Klender dan selalu membukakan kesabaran dan kekuatan untuk saya dan anak-anak tersebut dalam berusaha menggapai mimpi dan cita-cita kami semua.

Tetap bermimpi adik-adikku..

because with dream, anything can happen --

_mala_